Keramas Menggunakan Air Dingin atau Hangat? Ini Penjelasannya

1 day ago 15

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, mungkin kalian pernah mendengar anggapan bahwa keramas dengan air dingin lebih baik untuk kesehatan rambut. Namun, sebagian besar dari kita masih memperdebatkan, mana yang lebih baik, mencuci rambut dengan air dingin atau air hangat.

Sebagaimana pepatah “rambut adalah mahkota”, rambut menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang penampilan. Berbagai perawatan dilakukan agar rambut tetap indah, lembut, dan sehat. Meski demikian, langkah paling sederhana untuk merawat rambut adalah keramas secara teratur. Kegiatan yang rutin dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu ini bisa melindungi kesehatan rambut dan kulit kepala jika dilakukan dengan tepat. Langkah pertama adalah dengan menentukan suhu air yang digunakan, sesuai dengan kondisi rambut, kulit kepala, dan suhu di lingkungan sekitar.

Dilansir dalam theradome.com, saat keramas, baik air dingin maupun air hangat memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Air hangat efektif membantu membersihkan rambut secara optimal dengan menghilangkan minyak yang menumpuk dan melancarkan sirkulasi darah di kulit kepala. Akan tetapi, jika terlalu sering atau suhu air terlalu panas bisa menyebabkan rambut rusak, kering, dan rontok.

Di sisi lain, air dingin membantu rambut mempertahankan kilau dan kelembapan alaminya. Sayangnya, air dingin kurang optimal dalam mengangkat minyak dan kotoran berlebih di kulit kepala. Lalu bagaimana memilih suhu air yang tepat untuk keramas?

1. Sesuaikan dengan Jenis Rambut

Setiap rambut membutuhkan perlakuan yang berbeda saat keramas. Air dingin bisa mengurangi keriting dan membantu menjaga kelembapan rambut. Sehingga lebih sesuai untuk pemilik rambut keriting, kering, dan bertekstur agar tiap helainya terasa lebih halus. Tetapi jika kondisi kulit kepala cenderung berminyak, disarankan untuk keramas dengan air hangat, lalu bilas dengan air dingin untuk hasil yang efektif.

2. Kondisi Kulit Kepala

Kesehatan kulit kepala bergantung pada suhu air yang digunakan saat keramas. Air hangat memang membantu membuka pori-pori dan meluruhkan kotoran yang membandel, tetapi juga bisa memperparah kondisi kulit kepala yang sensitif. Jumlah ketombe, kulit mngelupas, dan rasa gatal di kepala akan meningkat jika keramas menggunakan air hangat. Sebaliknya, air dingin berperan penting dalam menjaga keseimbangan pH kulit kepala, sehingga kelembapan tetap terjaga dan meminimalkan risiko peradangan seperti kulit kepala kering.

3. Iklim

Faktor lingkungan juga berperan dalam menentukan pilihan suhu air untuk keramas. Daerah dengan cuaca dingin atau udara kering, air hangat akan terasa lebih nyaman membantu melembutkan penumpukan kotoran di kulit kepala. Setelahnya, bilas dengan air dingin untuk membantu menyeimbangkan kelembapan dan mengurangi risiko rambut kering.

Sementara itu, wilayah beriklim lembap lebih cocok keramas dengan air dingin. Air dingin membantu menjaga kutikula rambut tetap rata dan mengurangi keriting. Sehingga tiap helainya terasa lebih halus dan mudah diatur.

Penting untuk Diperhatikan

Gunakan kondisioner setiap keramas agar rambut tetap ternutrisi dan lembut. Hindari penggunaan suhu air yang terlalu panas atau mendidih karena dapat merusak lapisan rambut dan menyebabkan rambut mudah patah. Air hangat suam-suam kuku lebih baik dalam membersihkan kotoran berlebih, bilas dengan air dingin untuk mengunci kelembapan rambut. Pertimbangan frekuensi keramas bergantung pada bagaimana kondisi rambut dan kulit kepala. Selain itu, penggunaan filter air bisa mengurangi kandungan kalsium dan magnesium berlebih, sehingga menjaga rambut tetap lembut.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Beauty |