Ambre Levant Parfum Terbaru dari Louis Vuitton yang Terinspirasi dari Timur Tengah

9 hours ago 3

Fimela.com, Jakarta - Louis Vuitton kembali melanjutkan eksplorasi lintas budaya melalui Ambre Levant, parfum terbaru yang bergabung dalam koleksi Fragrances of the World. Terinspirasi dari momen golden hour di Timur Tengah saat cahaya siang berubah menjadi keemasan sebelum malam tiba, Ambre Levant menangkap intensitas, emosi, dan atmosfer perayaan yang khas dari wilayah tersebut. Parfum ini dijadwalkan rilis secara global pada 5 Maret 2026, dengan pre-launch eksklusif yang dimulai pada 15 Januari 2026, termasuk di Indonesia dan kawasan Asia Selatan.

Kreasi dari Master Perfumer Jacques Cavallier Belletrud, Ambre Levant lahir dari inspirasi terhadap cahaya, tradisi, dan lanskap Timur Tengah yang penuh makna. Parfum ini menggambarkan transisi antara siang dan malam, ketenangan dan perayaan semua jadi satu komposisi aroma yang kaya dan mendalam.

Selain aromanya, Ambre Levant juga hadir dalam botol khas Louis Vuitton untuk koleksi Journey to the Middle East. Botol kaca hitam transparan ini diperkaya dengan nuansa amber hangat, sehingga terlihat seperti memantulkan cahaya senja dari dalam. Botolnya juga dapat diisi ulang di outlet Louis Vuitton yang dilengkapi perfume fountain.

Perpaduan Amber dan Oud dalam Koleksi Journey to the Middle East

Ambre Levant memiliki perpaduan dua elemen ikonik dalam tradisi parfum Timur Tengah, yaitu amber dan oud. Jacques Cavallier Belletrud menghadirkan interpretasi modern dari amber dan mengeksplorasi kekayaannya. Kombinasi ini menciptakan karakter aroma yang hangat, bercahaya, dan penuh nuansa.

Komposisi dibuka dengan sentuhan mandarin yang segar dan pulpy, memberikan kesan gourmand yang lembut di kulit. Aroma ini kemudian berkembang dengan kehadiran rempah-rempah hangat seperti cardamom, cinnamon, white pepper, dan sentuhan saffron yang membuat kesan hidangan dan kudapan khas Timur Tengah. Lapisan ini memberikan ketegangan rasa yang halus sekaligus menggugah indera.

Di bagian akhir, karakter amber tampil penuh melalui labdanum, white incense, dan ambergris, sebelum dipertegas oleh oud eksklusif Louis Vuitton. Oud ini memperdalam komposisi dengan nuansa kayu yang sensual dan elegan yang menjadikan Ambre Levant sebagai interpretasi amber yang modern dan jauh dari kesan berat atau smoky yang sering melekat pada aroma oud tradisional.

Eksplorasi Tradisi Budaya Timur Tengah sebagai Sentuhan Khas

Ambre Levant tidak hanya terinspirasi oleh cahaya senja tetapi juga oleh kekayaan tradisi dan ritual budaya Timur Tengah. Aroma parfum ini memberikan kesan suasana istana saat matahari terbenam dan udara yang dipenuhi aroma rempah. Momen inilah yang menjadi inti narasi koleksi parfum terbaru dari Ambre Levant.

Salah satu elemen terpenting dalam parfum ini adalah oud yang berasal dari wilayah Sylhet, Bangladesh. Di kawasan tropis yang diselimuti kabut ini, oud terbentuk secara alami selama puluhan tahun di dalam hutan aquilaria. Proses panennya dilakukan melalui kemitraan eksklusif Louis Vuitton dengan keluarga pengrajin yang telah menjaga keahlian ini selama lebih dari 200 tahun.

Oud Bangladesh yang digunakan dalam Ambre Levant dikenal karena kejernihan dan kelembutannya. Karena itu, tercipta karakter woody yang halus, sedikit spicy, dan ambery. Bagi Jacques Cavallier Belletrud, oud ini memiliki makna personal dan emosional sekaligus menjadi simbol warisan hidup yang terus menginspirasi kreasi Louis Vuitton. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Beauty |