Memahami Tren Makeup Grunge, Gaya Pemberontak 90-an yang Tak Lekang Zaman

1 day ago 10

ringkasan

  • Tren makeup grunge adalah gaya riasan 90-an yang menonjolkan tampilan mentah, tidak rapi, dan ekspresif, terinspirasi dari subkultur musik grunge.
  • Ciri khasnya meliputi eyeliner tebal dan smudged, eyeshadow gelap, maskara dramatis, lipstik warna gelap seperti burgundy atau cokelat, serta dasar kulit matte yang terkadang pucat.
  • Meskipun berakar dari era 90-an, makeup grunge terus berevolusi dengan interpretasi modern seperti "soft grunge" atau "tired girl makeup", yang tetap mempertahankan esensi pemberontakan dan individualitas.

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, dunia kecantikan selalu berputar dan menghadirkan kembali pesona dari era-era sebelumnya. Salah satu gaya yang tak pernah benar-benar pudar adalah tren makeup grunge, sebuah aliran riasan yang lahir dari semangat pemberontakan tahun 1990-an. Gaya ini bukan sekadar tentang produk kosmetik, melainkan sebuah pernyataan sikap yang menolak kesempurnaan dan merayakan ekspresi diri yang mentah.

Tren riasan ini muncul sebagai respons terhadap gerakan musik grunge yang berasal dari Pacific Northwest, Amerika Serikat. Riasan grunge dicirikan oleh tampilan yang mentah, tidak rapi, dan anti-kemapanan, mengutamakan sikap daripada kesempurnaan yang kaku. Ini adalah gaya yang berani, ekspresif, dan sedikit tidak teratur, yang kini kembali menjadi inspirasi bagi banyak pegiat kecantikan.

Memahami tren makeup grunge berarti menyelami esensi sebuah era di mana keaslian lebih dihargai daripada glamor yang berlebihan. Gaya ini menawarkan kebebasan untuk bereksperimen dan menunjukkan sisi diri yang lebih berani. Mari kita telusuri lebih dalam tentang asal-usul, karakteristik, dan bagaimana tren ini tetap relevan hingga kini.

Asal-usul dan Filosofi Memahami Tren Makeup Grunge

Riasan grunge adalah gaya tata rias yang populer pada tahun 1990-an, yang mencerminkan semangat pemberontakan dan ketidakpedulian dari subkultur grunge. Seperti yang disebutkan oleh L'Oréal Paris, "Grunge makeup is a raw, lived-in look that first rose to popularity in the 1990s." Ini adalah tampilan yang sengaja dibuat tidak sempurna, menolak standar kecantikan yang rapi dan glamor yang dominan pada masanya.

Gaya ini merupakan perpanjangan dari mode grunge, yang awalnya bersifat praktis untuk cuaca di tempat-tempat seperti Seattle, dan kemudian menjadi ciri khas budaya grunge. Menurut Makeup.com, "Grunge beauty was an extension of grunge fashion, which was an extension of Pacific Northwest culture." Hal ini menunjukkan bagaimana riasan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas sebuah gerakan budaya.

Memahami tren makeup grunge berarti memahami penolakan terhadap kesempurnaan yang dipaksakan. Gaya ini memilih tampilan yang lebih berani, ekspresif, dan sedikit tidak teratur. Ini adalah "a deliberate departure from glam, with an edgier, more expressive, and slightly undone vibe," seperti yang dijelaskan oleh L'Oréal Paris, menawarkan alternatif bagi mereka yang ingin tampil beda.

Karakteristik Khas dalam Memahami Tren Makeup Grunge

Memahami tren makeup grunge tidak lengkap tanpa mengetahui elemen-elemen kunci yang membentuknya. Riasan ini memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari gaya lain, terutama pada area mata, bibir, dan kulit. Keseluruhan tampilan berfokus pada kesan yang kuat namun tetap terkesan santai dan tidak berlebihan.

Pada bagian mata, eyeliner menjadi fokus utama. Eyeliner dioleskan tebal dan sengaja dibuat smudged (kabur), seringkali menggunakan warna hitam, abu-abu, atau cokelat. Eyeliner diaplikasikan pada garis bulu mata atas dan bawah, serta garis air mata (waterline), kemudian dibaurkan untuk menciptakan efek berasap. Eyeshadow gelap, seringkali dalam nuansa abu-abu, cokelat, atau hitam, diaplikasikan secara tidak rapi dan dibaurkan. Penggunaan maskara yang tebal untuk bulu mata yang dramatis dan terkadang terlihat menggumpal (spidery lashes) juga menjadi ciri khas. Terkadang, tampilan kantung mata yang terlihat lelah atau gelap sengaja ditonjolkan, dikenal sebagai "sleepy under-eyes" atau "tired girl makeup".

Untuk bibir, lipstik gelap adalah elemen penting, dengan warna seperti merah bata, berry, merah tua, burgundy, cokelat, atau bahkan hitam. Aplikasi lipstik bisa terlihat sedikit tidak sempurna atau sengaja dibuat messy, menambah kesan tidak rapi yang menjadi ciri khas grunge. Beberapa tampilan modern menggunakan lip liner yang lebih gelap untuk menciptakan efek ombré yang menarik.

Pada kulit, riasan grunge seringkali memiliki dasar yang matte dan terkadang terlihat pucat, menonjolkan fitur wajah dengan kontur bernuansa dingin atau keabu-abuan. Berbeda dengan tren kecantikan yang mengutamakan kesempurnaan, riasan grunge merayakan ketidaksempurnaan dan tampilan yang "tidak selesai" (undone), memberikan kesan autentik dan jujur.

Reinterpretasi Modern dan Pengaruh Budaya Memahami Tren Makeup Grunge

Riasan grunge sangat dipengaruhi oleh musik grunge dari band-band seperti Nirvana dan Pearl Jam, serta gaya hidup anti-kemapanan yang menyertainya. Ikon-ikon kecantikan pada era 90-an seperti Courtney Love, Shirley Manson, Drew Barrymore, dan Kate Moss turut mempopulerkan tampilan ini. Seperti yang diungkapkan oleh Makeup.com, "Tortured and anguished lyrics were a hallmark of the musical genre, so it was only fitting that many of its muses gravitated toward equally moody makeup with russet lipstick and smudged eyeliner." Gaya ini merupakan bentuk pemberontakan terhadap standar kecantikan yang terlalu rapi dan glamor pada masanya.

Meskipun berakar pada tahun 90-an, riasan grunge terus relevan dan mengalami reinterpretasi modern. Ada versi yang lebih lembut dan elegan yang dikenal sebagai "Soft Grunge", seringkali dengan smoky eyes yang lebih halus dan bibir yang tidak terlalu gelap. Riasan grunge modern seringkali dilihat sebagai antitesis dari tren minimalis seperti "clean girl aesthetic", menawarkan tampilan yang lebih maksimalis dan berani.

Fleksibilitas adalah salah satu daya tarik utama dari tren ini. Riasan grunge memungkinkan ekspresi individualitas dan tidak memerlukan aplikasi yang sempurna, sehingga menarik bagi pemula maupun profesional. Interpretasi modern dapat mencakup elemen baru seperti alis yang diputihkan (bleached brows), eyeshadow metalik, atau bibir ombré yang lebih kompleks, menunjukkan adaptasinya terhadap tren terkini.

Salah satu evolusi menarik adalah tren "Tired Girl Makeup", yang mirip dengan grunge 90-an, di mana riasan justru menonjolkan efek kelelahan seperti lingkaran hitam di bawah mata dan kulit kusam. IDN Times menjelaskan, "'Tired girl' makeup membalikkan aturan kecantikan. Bukannya menutupi efek kelelahan, riasan ini justru condong mengeksposnya. 'Tired girl' makeup tampak seperti versi terbaru dari tampilan riasan edgy dan grunge era 90-an." Ini adalah bentuk perayaan kejujuran dan keaslian yang terus berkembang.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Nabila Mecadinisa
Read Entire Article
Beauty |