Mengapa Parfum dengan Aroma Green Herbal Menenangkan Jiwa? Ini Rekomendasi Aromanya

5 days ago 22

ringkasan

  • Parfum dengan aroma green herbal memberikan sensasi menenangkan karena koneksinya dengan alam dan psikologi warna hijau yang diasosiasikan dengan ketenangan.
  • Efek menenangkan ini didukung oleh prinsip aromachology, di mana aroma merangsang produksi hormon serotonin dan mengatur respons terhadap stres.
  • Berbagai jenis aroma green herbal seperti teh, rempah, dan dedaunan spesifik menawarkan pilihan wewangian yang segar dan menenangkan sesuai preferensi.

Fimela.com, Jakarta Halo, Sahabat Fimela! Dalam hiruk pikuk kehidupan modern, mencari ketenangan seringkali menjadi sebuah kemewahan. Namun, tahukah Anda bahwa sensasi relaksasi bisa ditemukan dalam sebotol wewangian? Ya, kami akan mengulas mengapa parfum dengan aroma green herbal mampu membawa Anda seolah berada di tengah alam yang menenangkan.

Kategori aroma ini bukan sekadar wangi yang menyegarkan. Lebih dari itu, aroma green herbal memiliki kekuatan unik untuk menenangkan pikiran dan jiwa. Ini menjadikannya pilihan favorit bagi banyak orang yang mendambakan kedamaian dalam rutinitas sehari-hari mereka.

Wewangian green notes memiliki aroma lembut dan hijau seperti dedaunan segar. Sementara itu, beberapa sumber menyebutkan aroma green tea dikenal dengan kesegarannya yang ringan, menyerupai daun teh hijau yang baru diseduh, memberikan sensasi alami dan bersih. Mari kita telusuri lebih dalam rahasia di balik kekuatan menenangkan dari aroma ini.

Mengapa Aroma Green Herbal Memberikan Sensasi Menenangkan?

Sensasi menenangkan yang dihadirkan oleh parfum dengan aroma green herbal tidak terlepas dari hubungan eratnya dengan alam dan prinsip aromachology. Keduanya bekerja sama untuk menciptakan efek relaksasi yang mendalam bagi pemakainya.

Koneksi dengan alam dan psikologi warna berperan penting. Warna hijau, yang menjadi dasar dari aroma green, secara psikologis diasosiasikan dengan alam, kesuburan, kesehatan, dan ketenangan. Melihat warna hijau dapat membuat seseorang merasa rileks dan segar, karena identik dengan alam yang menenangkan jiwa dan mental. Beberapa peneliti bahkan berpendapat bahwa hubungan positif dengan warna hijau sudah tertanam dalam otak manusia sejak evolusi, di mana manusia purba mengasosiasikan warna hijau dengan tempat yang menyediakan makanan, air, dan tempat berlindung.

Lebih lanjut, prinsip aromachology dan aromaterapi menjelaskan mekanisme ilmiahnya. Aromachology adalah studi tentang bagaimana wewangian dapat memengaruhi psikologi dan perilaku manusia. Aromaterapi, yang memanfaatkan minyak esensial dari ekstrak tumbuhan, bekerja dengan merangsang saraf hidung dan otak. Ketika aroma dihirup, ia memasuki rongga hidung lalu merangsang sistem saraf di otak yang berperan dalam pengaturan emosi. 

Aroma tersebut dapat merangsang area hipotalamus di otak untuk memproduksi hormon serotonin, yang dikenal dapat memperbaiki suasana hati. Selain itu, aromaterapi juga mampu merangsang sistem saraf yang mengatur detak jantung, tekanan darah, dan respons terhadap stres, serta dapat membuat seseorang merasa lebih tenang dan meningkatkan kualitas tidur. Wangi green tea, misalnya, dengan nuansa earthy dan sedikit herbal, mampu memberikan rasa rileks seolah membawa pemakainya lebih dekat dengan suasana alam.

Tren dan Tanggapan Ahli tentang Parfum Beraroma Green Herbal

Industri wewangian terus berinovasi, dan parfum dengan aroma green herbal menjadi salah satu tren yang menonjol. Para ahli di bidang ini mengakui adanya pergeseran preferensi konsumen menuju wewangian yang lebih menenangkan dan tidak terlalu intens.

Caroline Ornst, Senior Director of Fragrance Development di DSM-Firmenich, menyoroti pergeseran ini. "Kami melihat para pembuat parfum beralih dari vanila tradisional ke aroma teh serta aroma biji-bijian dan kacang," ujarnya seperti dilansir Byrdie. Pernyataan ini menunjukkan adanya perubahan selera pasar yang signifikan.

Lebih lanjut, Ornst menjelaskan alasan di balik popularitas aroma-aroma ini. "Wewangian ini disukai karena orang mencari wangi yang menenangkan dan tidak terlalu menusuk hidung." Hal ini mengindikasikan bahwa ada permintaan pasar yang kuat untuk wewangian yang memberikan efek menenangkan dan nyaman, di mana aroma teh (sebagai bagian dari kategori green herbal) menjadi pilihan utama bagi banyak orang.

Ragam Aroma Green Herbal yang Memikat dalam Parfum

Kategori green notes dalam parfum sangatlah beragam, Sahabat Fimela. Ini mencakup berbagai nuansa, mulai dari dedaunan segar hingga rempah-rempah aromatik yang mampu menghadirkan sensasi alam yang berbeda-beda.

Secara umum, Green Notes menghadirkan aroma segar, alami, dan hijau yang terinspirasi dari alam seperti daun, rumput, dan tanaman. Istilah "hijau" sendiri mengacu pada nada daun yang patah dan rumput yang baru dipotong, yang memancarkan kualitas mengasyikkan. Aroma ini biasanya digunakan sebagai top notes atau middle notes untuk memberikan kesan segar dan menyegarkan pada parfum.

Berikut adalah beberapa kategori dan contoh aroma green herbal yang dapat Anda temukan dalam parfum:

  • Aroma Teh:
    • Teh Hijau (Green Tea): Memiliki aroma yang bersih (clean) dan earthy, terkadang dengan nuansa pahit atau kecut. Contoh parfum: L'Occitane The Vert, Bvlgari Eau Parfumée au Thé Vert, Elizabeth Arden Green Tea.
    • Teh Putih (White Tea): Cenderung memiliki aroma menenangkan dan elegan.
    • Teh Melati (Jasmine Tea): Aroma bersih dengan tambahan melati.
    • Matcha: Memberikan aroma gourmand yang menenangkan.
  • Aroma Herbal (Aromatik):
    • Meliputi rempah-rempah yang dikenal dalam masakan seperti rosemary, thyme, mint, tarragon, marjoram, fennel, basil, sage, dan anise.
    • Aroma herbal khas lainnya: artemisia, calamus, angelica, spikenard (jatamansi), dan lemongrass.
    • Eucalyptus dan peppermint dikenal dapat melegakan pernapasan dan memberikan efek menenangkan.
  • Aroma Green Spesifik Lainnya:
    • Galbanum: Profil bau hijau pahit yang menusuk dan kuat.
    • Daun Ara (Fig Leaf): Aroma unik dengan kesan pahit-hijau-manis-kelapa.
    • Daun Tomat (Tomato Leaf): Aroma daun yang aneh dengan karakter khusus.
    • Daun Violet (Violet Leaf): Nada "daun" hijau modern, seperti mentimun segar.
    • Nuansa hutan: Wild Grass, Holly Grass, Cypress, Juniper Berry, Rhubarb Leaf, Pine Tree, Moss, dan Patchouli.
    • Aroma akar: Vetiver (earthy dan smoky).
    • Unik: Cannabis Accord (earthy) dan Coriander (green aromatic yang menenangkan).

Dengan beragamnya notes yang ditawarkan, parfum dengan aroma green herbal adalah pilihan yang sempurna bagi Anda yang mencari wewangian yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mampu memberikan ketenangan dan keseimbangan dalam hiruk pikuk kehidupan sehari-hari. Temukan aroma green herbal yang paling sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan Anda untuk menciptakan "kebahagiaan instan" dalam setiap semprotan, seperti aroma teh hijau yang menenangkan berpadu dengan lemon dan peppermint yang memberikan kesegaran instan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Vinsensia Dianawanti

    Author

    Vinsensia Dianawanti
Read Entire Article
Beauty |