Kandungan Skincare yang Sebaiknya Dihindari Saat Kulit Dehidrasi untuk Kesehatan Kulit

17 hours ago 12

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kulit dehidrasi adalah kondisi di mana kulit kekurangan air, dan bisa memengaruhi semua jenis kulit, termasuk yang berminyak. Berbeda dengan kulit kering yang disebabkan oleh kurangnya minyak, kulit dehidrasi memerlukan perhatian khusus. Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi ini, sehingga penting untuk mengetahui kandungan skincare yang sebaiknya dihindari.

Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai bahan dalam skincare yang dapat memperburuk dehidrasi kulit. Menghindari bahan-bahan ini akan membantu menjaga kelembapan dan kesehatan kulit Anda. Mari kita simak lebih lanjut!

Berikut adalah beberapa kandungan skincare yang sebaiknya dihindari saat kulit dehidrasi:

1. Alkohol Pengering

Alkohol denaturasi, seperti SD alcohol dan isopropyl alcohol, sering ditemukan dalam produk skincare. Meskipun memberikan sensasi dingin, alkohol ini dapat mengeringkan kulit dan mengganggu lapisan pelindung alami. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan iritasi dan sensitivitas kulit.

2. Pewangi

Pewangi, baik yang alami maupun sintetis, dapat memperburuk kondisi kulit dehidrasi. Bahan seperti parfum, linalool, dan limonene dapat menjadi iritan bagi kulit sensitif. Meskipun produk berlabel 'bebas pewangi' lebih disarankan, produk 'tanpa aroma' masih bisa mengandung bahan kimia yang mengiritasi.

3. Sulfat

Sulfat, seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS), adalah agen pembersih yang keras dan dapat menghilangkan kelembapan esensial dari kulit. Penggunaan produk yang mengandung sulfat dapat menyebabkan kulit terasa kencang dan kering, serta meningkatkan risiko iritasi.

4. Eksfolian Kimia dan Fisik yang Keras

Eksfolian, baik kimia seperti asam salisilat maupun fisik seperti scrub, dapat merusak lapisan epidermis kulit. Penggunaan eksfolian yang terlalu sering dapat memicu peradangan dan memperburuk dehidrasi. Sebaiknya hindari penggunaan eksfolian yang keras pada kulit dehidrasi.

5. Retinoid

Walaupun retinoid dikenal efektif untuk anti-penuaan, mereka bisa terlalu keras untuk kulit dehidrasi. Penggunaan retinoid dapat menyebabkan pengelupasan dan kemerahan, sehingga sebaiknya dihindari saat kulit sangat kering.

6. Produk "Clarifying" atau "Brightening"

Produk yang berlabel 'clarifying' atau 'brightening' sering mengandung bahan yang dapat mengeringkan kulit. Sebaiknya hindari produk ini untuk menjaga kelembapan kulit.

7. Pembersih Berbusa

Pembersih berbusa dapat mengeringkan kulit, meskipun tidak disadari banyak orang. Surfactant dalam pembersih ini dapat memperburuk kondisi kulit yang sudah kering.

8. Pengawet Bermasalah

Beberapa pengawet, seperti paraben dan methylisothiazolinone, dapat memicu reaksi alergi dan iritasi. Hindari produk yang mengandung pengawet ini untuk menjaga kesehatan kulit.

9. Pengganggu pH

Bahan seperti sodium hydroxide dapat mengganggu keseimbangan pH kulit. Kulit membutuhkan pH sedikit asam untuk berfungsi dengan baik, sehingga hindari produk yang mengandung bahan ini.

10. Benzoyl Peroxide dan Aluminium

Benzoyl peroxide efektif untuk jerawat, tetapi dapat mengeringkan kulit. Aluminium juga berisiko bagi kulit dehidrasi, karena dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Untuk merawat kulit dehidrasi, disarankan menggunakan pembersih lembut dan bebas pewangi, serta pelembap yang mengandung asam hialuronat, gliserin, ceramide, dan shea butter. Mengaplikasikan pelembap saat kulit masih lembap setelah mandi juga sangat dianjurkan untuk mengunci kelembapan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Beauty |