Bulu Mata Rontok Berlebihan: Normal atau Perlu Diwaspadai?

1 day ago 12

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, bulu mata rontok berlebihan bisa menjadi masalah yang mengganggu penampilan. Namun, apakah ini hal yang normal atau perlu diwaspadai? Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai kerontokan bulu mata dan apa yang perlu Anda ketahui.

Kerontokan bulu mata adalah bagian dari siklus pertumbuhan alami, mirip dengan rambut di kepala. Bulu mata tumbuh, rontok, dan diganti dalam siklus yang berlangsung setiap enam hingga sepuluh minggu. Menurut American Academy of Ophthalmology, normal untuk kehilangan antara satu hingga lima bulu mata setiap hari. Namun, jika Anda mulai kehilangan lebih dari lima bulu mata sehari, itu bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius.

Siklus pertumbuhan bulu mata terdiri dari tiga fase: anagen (pertumbuhan), katagen (transisi), dan telogen (istirahat/rontok). Sekitar 40% bulu mata Anda mungkin berada dalam fase anagen pada waktu tertentu, yang berlangsung sekitar 30 hingga 45 hari.

Kerontokan Bulu Mata yang Normal

Kerontokan bulu mata dalam jumlah kecil adalah hal yang normal dan merupakan bagian dari proses alami. Rata-rata, orang kehilangan antara satu hingga lima bulu mata per hari. Ini adalah proses yang memungkinkan bulu mata baru tumbuh. Namun, jika Anda melihat penipisan yang signifikan di sepanjang garis bulu mata, ini bisa menjadi tanda bahwa ada yang salah.

Kapan Perlu Diwaspadai?

Kerontokan bulu mata yang berlebihan, atau madarosis, dapat menjadi gejala masalah kesehatan yang mendasari. Jika Anda secara konsisten kehilangan lebih dari lima bulu mata sehari dan mulai melihat penipisan yang terlihat, itu bisa menjadi tanda masalah yang lebih dalam. Tanda-tanda lain yang perlu diperhatikan termasuk kehilangan bulu mata dari kedua mata atau mengalami gejala tambahan seperti gatal, kemerahan, atau pengelupasan kulit di sekitar mata.

Penyebab Umum Kerontokan Bulu Mata Berlebihan

  • Kebiasaan Riasan Mata: Gesekan saat memakai dan melepas riasan adalah penyebab umum kerontokan bulu mata. Penggunaan maskara tahan air juga meningkatkan risiko kerontokan.
  • Stres: Stres dapat menyebabkan peningkatan kerontokan bulu mata dengan mendorong folikel rambut ke fase dorman.
  • Fluktuasi Hormonal: Perubahan hormon, seperti setelah kehamilan atau menopause, dapat memengaruhi siklus pertumbuhan bulu mata.
  • Kebersihan Bulu Mata yang Buruk: Gagal menjaga kebersihan bulu mata dapat menyebabkan iritasi dan kerontokan.
  • Kekurangan Nutrisi: Kekurangan vitamin seperti biotin dan zat besi dapat memengaruhi pertumbuhan bulu mata.

Kondisi Medis yang Menyebabkan Kerontokan Bulu Mata

Beberapa kondisi medis juga dapat menyebabkan kerontokan bulu mata. Misalnya, blefaritis adalah peradangan kelopak mata yang dapat menyebabkan kerontokan. Alopecia areata, kondisi autoimun, juga dapat menyebabkan bulu mata rontok. Selain itu, kondisi hormonal seperti hipotiroidisme dapat mempengaruhi pertumbuhan bulu mata.

Kapan Harus Menemui Dokter

Jika Anda mengalami kerontokan bulu mata yang signifikan, terutama jika terjadi pada kedua kelopak mata, segera konsultasikan dengan dokter. Tanda-tanda lain yang perlu diwaspadai termasuk kerontokan rambut di alis atau kulit kepala, perubahan kulit di sekitar mata, serta kehilangan penglihatan. Banyak penyebab kerontokan bulu mata dapat diobati, jadi penting untuk mencari bantuan medis jika Anda melihat tanda-tanda yang mencurigakan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Beauty |